Kembali Terjadi di Meranti, Paman "Garap" Keponakan di Semak-semak 

Kembali Terjadi di Meranti, Paman
Ilustrasi

SELATPANJANG (WAHANARIAU) -- Lagi dan lagi kasus perkosaan terhadap anak bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini, perbuatan bejat tersebut dialami MT bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di Desa Kudap, Kecamatan Tasik Putripuyu. 

Paling menyakitkan, pelaku malah pamannya sendiri yang juga warga sekitar. Secara berulang kali korban menjadi pelampiasan nafsu Am (21) di dalam semak-semak.

Perbuatan bejat sang paman baru terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya itu kepada guru di sekolah. Setelah mendengar pengakuan korban, pihak sekolah pun berinisiatif memanggil orang tua Mt dan pelaku agar segera datang ke sekolah mengikuti rapat pada Kamis (9/3/2017), sekitar pukul 18:00 WIB.

Panggilan pihak sekolah yang disampaikan melalui korban, spontan membuat ayahnya, Sr, heran. Pasalnya, anak sang paman tidak sekolah di SD tersebut. Merasa terpojok dengan pertanyaan sang ayah, akhirnya korban pun menceritakan perbuatan sang paman terhadap dirinya. 

Mt mengaku pernah dihadang oleh Am ketika pulang sekolah pada Selasa (28/2/2017) lalu, sekitar pukul 13:00 WIB . Kemudian ia dibawa ke semak-semak dan dipaksa memuaskan nafsu sang paman. Bahkan korban juga mengaku sudah sering diperlakukan olah pamannya sebagai budak pemuas nafsu.

Pengakuan Mt jelas membuat Sr kaget. Untungnya, meski dibalut emosi, pria itu tetap mampu meredam amarah. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Merbau pada Jumat (10/3/2017) sekitar pukul 18:00 WIB, dengan disaksikan dua orang guru sekolah. Saat itu juga pelaku ditangkap.

"Tersangka sudah diamankan dan sekarang dititipkan di tahanan Polres Meranti," kata Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Barliansyah SIK, melalui Kapolsek Merbau, AKP Amir Husin. (halloriau)

Berita Lainnya

Index